oleh

Heboh Jalur Wisata Ciater Banjir, PTPN VIII Temukan Penyebabnya

SUBANG, ZONAJABAR.CO – Sejak tiga hari terakhir, warganet dihebohkan dengan banjirnya jalur wisata di Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat. Pasalnya jalur wisata Ciater merupakan daerah pegunungan yang berada diatas ketinggian 440-1800 mdpl.

Curah hujan yang tinggi pada hari Kamis (13/10/2021) membuat jalur Subang-Bandung terendam banjir setinggi 20 cm sehingga mengganggu pengguna jalan. BPBD Subang dibantu TNI-Polri dan tim kebun Ciater langsung turun ke lokasi untuk memeriksa penyebab banjir.

Hasilnya, banjir ternyata diakibatkan saluran air yang tersumbat oleh sampah dan material kayu yang menghalangi jalur air. Material yang menutupi saluran tersebut, langsung dibersihkan secara gotong royong oleh Tim Kebun Ciater, BPBD Kabupaten Subang, Babinsa Kecamatan Ciater dan Mitra PT Candisukuh Ciater.

Manager Kebun Ciater Yanyan Cahyana menyebutkan, banjir yang merendam ruas jalan Ciater ini sudah terjadi dua kali. Namun setelah dilakukan pemeriksaan sejak banjir pertama, baru ditemukan penyebabnya ketika banjir kedua terjadi.

“Sebenarnya sudah terjadi 2 kali kejadian meluapnya air ke jalan sekitar nagrog, pihak Kebun Ciater pun sudah mendapat laporan terkait hal tersebut baik dari masyarakat maupun dari Camat Ciater, ternyata setelah diperiksa saluran air tersumbat oleh berbagai material sampah antara lain plastik, kayu dan batu,” ujar Yanyan.

Sebelumnya banyak warganet menduga penyebab banjir jalur wisata tersebut diakibatkan oleh pembangunan tempat wisata di sekitar perkebunan teh Ciater. Saat ini, dua tempat wisata baru sudah berdiri di Perkebunan teh PTPN VIII Ciater, Subang. Sementara satu lokasi wisata lagi masih dalam taham pembangunan.

“Penggunaan beberapa titik di Perkebunan Ciater menjadi tempat wisata sudah melalui kajian dan perijinan dari Dinas terkait”, ucap Tim Optimalisasi Aset PTPN VIII.

Setelah saluran air dibersihkan, ketika hujan deras kembali menerjang wilayah Ciater, Subang, jalan yang sebelumnya terendam oun terlihat normal. Kejadian banjir ini menjadi pengingat untuk kita agar lebih menjaga kebersihan bumi ini dengan tidak membuang sampah maupun material lainnya ke sungai maupun gorong-gorong saluran air, karena bencana alam yang tidak kita inginkan dapat terjadi saat memasuki musim penghujan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Index Berita