oleh

Keterlaluan! Pengangguran Tinggi, Oknum PNS di Subang Malah Enak Bekerja Juga di Pabrik

SUBANG – Di tengah angka pengangguran yang cukup tinggi, seorang oknum PNS di Kabupaten Subang, Jawa Barat malah enak bisa bekerja juga sebagai karyawan tetap di sebuah perusahaan asing di Cipeundeuy, Subang. Ironisnya pekerjaan ganda tersebut dilakukannya selama tujuh tahun. Bahkan jabatannya di Pabrik produsen sarung tangan tersebut juga tidak main-main yaitu sebagai tenaga administrasi dan dipercaya oleh pemilik perusahaan.

Melihat adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh A-R, oknum PNS yang kini juga menjabat sebagai staf tata usaha di SMP Negeri 4 Pabuaran, Subang, Ketua LSM Anti Korupsi Seluruh Indonesia (AKSI) melaporkan kasus tersebut ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang dan melakukan audensi.

Baca Juga : Banjir Promo di Rotkop, Donat Lumer dan Kopi Mantan Bikin Ketagihan

Menurut Ketua Umum LSM AKSI, Warlan, ia mengetahui permasalahan tersebut setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Oknum PNS berinisial A-N tersebut bekerja di pabrik semenjak ia belum masuk jadi PNS.

“Dia tercatat bekerja di perusahaan swasta itu dari tahun 2011 sebelum menjadi PNS,” ungkap Warlan usai audiensi temuan kasus tersebut di kantor Disdikbud Subang, Kamis (25/2/2021).

Warlan juga menambahkan, jika A-N masuk seleksi CPNS melalui tes CPNS Kategori Dua, “Dia masuk tes CPNS melalui K2 yang mana persoalan K2 ini sampai sekarang masih dipersidangkan, dia masuk jadi PNS bagaimana pakai uang berapa juga ada catatannya,” ujarnya.

Warlan, pada audiensi tersebut juga mempertanyakan sanksi apa yang akan diberikan oleh Disdisbud Subang kepada A-N. “Ada seorang PNS dari Dinas Pendidikan yang bekerja sebagai karyawan swasta yaitu di perusahaan asing,” pungkasnya.

Dari hasil investigasi LSM AKSI, diketahui jika A-N tercatat sebagai karyawan di perusahaan tersebut sejak tahun 2011. Namun A-Nurany sudah keluar dari perusahaan tersebut semenjak 5 November 2020.

“Walaupun tidak bekerja A-N itu masih dipakai tenaganya untuk mengurusi pemberkasan di perusahaan tersebut, karena katanya A-N ini pintar, tapi bukan menjadi alasan seharusnya perusahaan asing tidak boleh memperkerjakan PNS,” ujar Warlan.

Warna berharap agar Dinas terkait menyelesaikan permasalahan tersebut, “Harapan saya bereskan permasalahan tersebut, segera berikan snksi, karena Aima ini tenaganya dipakai di perusahaan asing dan dipakai juga oleh Negara itu kan sangat mencoreng. Kalau dibiarkan kemungkinan akan banyak Aima-Aima lain, karena dalam kode etiknya tidak boleh.” tutupnya.

Pada audiensi tersebut juga dihadirkan Personalia PT S-H-I yang merupakan tempat A-N bekerja sebagai tenaga administrasi di perusahaan tersebut. Namun pihak personalia PT SHI tidak bersedia memberikan komentar. “No komen ya, biar pihak dinas saja yang memberikan keterangan,” imbuhnya.

Baca Juga : AWAS Umumkan Pemenang Lomba Selfie di Jalan Berlubang

Sementara menurut Sekretaris Disdikbud Subang, Aef Saepudin, kasus oknum PNS yang memiliki pekerjaan ganda ini sudah ditangani oleh pihaknya dan juga BKSDM Subang. Jika oknum PNS tersebut terbukti besalah maka terancam hukuman mulai dari penurunan pangkat dan jabatan hingga pemecatan sebagai PNS.

“Saya ucapkan terima kasih atas laporan oknum PNS tersebut sehingga kita dapat langsung melakukan tindakan agar menjadi pelajaran bagi PNS lainnya, jika terbukti bersalah kita akan memberikan sanksi berupa penurunan pangkat hingga pmecatan,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Index Berita