oleh

Perajin Tahu Tempe di Subang Sepakat Naikan Harga

SUBANG – Setelah melakukan aksi mogok produksi selama tiga hari akibat melambungnya harga kedelai, para perajin tahu tempe di Subang sepakat untuk menaikan harga jual hingga 20 persen. Seperti para perajin tahu tempe di Perumahan Kopti, Kelurahan Cigadung, Subang, mereka kini mulai kembali produksi membuat tahu tempe di tengah tingginya harga kedelai.

Baca Juga : ”PANTURA”, Bentuk Semangat Pertamina EP Dalam Pencegahan HIV/AIDS

Menurut Iif Apriana, seorang perajin tempe, harga kedelai kini sudah tidak masuk akal bahkan tertinggi sepanjang sejarah. Biasanya tidak lebih dari Rp. 900 ribu perkwintalnya dan turun kembali, kini malah mencapai Rp. 950 ribu perkwintalnya.

“Biasanya harga kedelai tidak lebih dari Rp. 900 ribu perkwintalnya lalu kembali turun, tapi kini malah mencapai Rp. 950 ribu perkwintalnya gak turun-turun malah terus naik,” kesal Iif kepada zonajabar.co Selasa (5/1/2021).

Dengan tingginya harga kedelai, biaya produksi pera perajin pun kini mengalami kenaikan. Untuk mensiasatinya mereka sepakat untuk menaikan harga tahu tempe mulai hari Senin kemarin (4/1/2021).

“Kita sepakat untuk menaikan harga, sementara ukuran masih tetap sama. Harga tempe yang biasa dijual Rp. 5 ribu kini menjadi Rp. 6 ribu,”ujar Iif.

Yuliawati, perajin tahu yang rumahnya bersebelahan dengan iif mengaku terpaksa menaikan harga jual tahu. Dari pada mengecilkan ukuran lebih baik menaikan harga namun ukuran masih tetap sama. “Harga tahu kini perbungkusnya yang berisi sepuluh biji dijual Rp 3500, sebelumnya Rp 3 ribu, hanya naik Rp. 500 saja,” pungkasnya.

Baca Juga : Inilah Spot Foto di Astro Highland yang Menarik Wisatawan

Para perajin tahu tempe berharap agar pemerintah segera turun tangan agar harga kedelai kembali normal. Mereka menduka kenaikan kedelai ini merupakan ulah importir karena mereka tidak tahu sama sekali harga kedelai di negara asalnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Index Berita