oleh

Cek Informasi Penerima BLT Guru Honorer, Kunjungi Situs https://info.gtk.kemdikbud.go.id/

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tidak lama segera mencairkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi Tenaga Pendidik (Guru) dan Kependidikan non-PNS (honorer). Mendikbud Nadiem Makarim menurutkan, total anggaran yang disiapkan untuk BSU Tenaga Pendidik dan Kependidikan honorer yaitu sebesar Rp 3,6 triliun.

Baca Juga : Bupati Subang Bagikan 50 Mobil Untuk Desa Yang Lunasi Pajak Tepat Waktu

Pencairan BSU sendiri rencananya akan menyasar 2.034.732 orang. Rinciannya yaitu 1,6 juta guru dan pendidik, 162.277 dosen, dan 237.623 tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga administrasi. Mendikbud menambahkan, masing-masing guru honorer atau tenaga kependidikan honorer akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 1,8 juta yang akan diberikan satu kali.

Untuk mengetahui data penerima BSU, guru honorer maupun tenaga kependidikan honorer bisa membuka laman https://info.gtk.kemdikbud.go.id/. Guru honorer dapat masuk atau login dengan menggunakan email yang telah diverifikasi atau melakukan pengaturan ulang melalui Dapodik di sekolah masing-masing bila terjadi kesalahan data.

Nadiem mengatakan, untuk menerima BSU syarat yang ditetapkan oleh Kemendikbud tergolong sangat mudah, sehingga bantuan dapat diberikan secara cepat dan efisien. Persyaratan BSU Kemendikbud yaitu, merupakan warga Negara Indonesia (WNI), berstatus bukan sebagai PNS, tidak menerima BSU dari Kementerian Ketenagakerjaan sampai 1 Oktober 2020, tidak menerima Kartu Prakerja sampai 1 Oktober 2020 dan Berpenghasilan di bawah Rp 5 juta.

Pemberian BSU bagi guru honorer dan tenaga kependidikan honorer telah direncanakan sebelumnya oleh pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat itu menyampaikan, pemerintah akan mengeluarkan program baru untuk guru honorer. Airlangga juga menjelaskan, nantinya pemerintah melalui Kemdikbud bakal memberikan bantuan kepada 1,8 juta guru honorer.

Skema dari bantuan program kepada guru honorer akan mirip dengan program subsidi gaji yang ditujukan kepada karyawan dengan upah kurang dari Rp 5 juta. Sementara itu, hingga 14 September 2020, subsidi gaji telah disalurkan kepada 398.637 pegawai honorer di sektor pendidikan.

Subsidi sebesar Rp 600.000 per bulan diberikan sejak diluncurkan pada 27 Agustus oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) yang bekerja sama dengan BP Jamsostek. Tenaga honorer pendidik yang mendapatkan subsidi gaji adalah mereka yang terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek.

Tenaga honorer yang telah mendapat BSU dari Kemenaker nantinya tidak akan mendapat bantuan dari Kemendikbud. Hal ini jelas disampaikan oleh Mendikbud Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja di Komisi X DPR RI, yang ditayangkan secara virtual, Senin (16/11/2020)

Baca Juga : 6 Desa Tercemar Limbah Kotoran Ayam, PT BSI Didemo Ratusan Warga

“Karena itu, persyaratan kami untuk menerima subsidi gaji dari Kemendikbud sangat sederhana dan sangat efisien. Harus warga negara Indonesia tentunya, tidak menerima bantuan subsidi dari Kemenaker agar tidak tumpang tindih dengan berbagai macam bantuan yang dilakukan Kemenaker,” kata Nadiem.

Sumber : Kompas.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Index Berita